HOME

Tampilkan postingan dengan label Sikap Terhadap Ahlul Bid'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sikap Terhadap Ahlul Bid'ah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2011

KEMBALINYA SYAIK ABUL HASAN AL ASY'ARI

Sesatnya Faham Asy’ariyah dan kembalinya Syaikh Abul Hasan Al Asy’ari
Beliau bernama `Ali bin Isma`il bin Abi Bisyr Ishaq bin Salim bin Isma`il bin Abdullah bin Musa bin Bilal bin Burdah bin Musa Al Asy`ary, lebih dikenal dengan Abu Al Hasan Al Asy`ary. Dilahirkan pada tahun 260 Hijriyah atau 875 Masehi, pada akhir masa daulah Abbasiyah yang waktu itu berkembang pesat berbagai aliran ilmu kalam, seperti : al Jahmiyah, al Qadariyah, al Khawarij, al Karamiyah, ar Rafidhah, al Mu`tazilah, al Qaramithah dan lain sebagainya. 

Senin, 29 Agustus 2011

SYAIKH MUQBIL DAN SIKAP BELIAU TERHADAP TERORISME

Mengingat ada rilis di sekian media massa terkait isi dari laptop Noordin Top, yang disana ada surat Syaefudin Zuhri yang mengatakan : "Teman-teman Indonesia tidak ada yang memahami pergerakan Udin ini karena sudah antipati dan menuduh Udin ikut gerakan salafi mukbil," tulisnya dalam surat." (JP 30/09) Jelas tertulis Udin hanya dituduh ikut gerakan salafi mukbil, namun kenyataannya ternyata tidak. Maka Pustaka Qaulan Sadida yang para penulisnya adalah murid syaikh Muqbil Bin Hadi al Wadi’i, maka perkenankan kami mengirimkan pers rilis terkait siapa beliau sebenarnya. Silakan menyimak.

JANGAN BERSEDIH ATAS KEMATIAN AHLI BID'AH

Milis AudioSalaf
 
al Fudlail bin Iyyadl berkata -semoga Alloh merahmatinya-: "Siapa yang menghormati ahli bid’ah berarti ia memberi bantuan untuk meruntuhkkan Islam dan siapa yang tersenyum kepada ahli bid’ah maka ia telah menganggap remeh apa yang diturunkan Allah Azza wa Jalla kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan siapa yang menikahkan puterinya kepada mubtadi’ maka ia telah memutuskan hubungan silaturrahimnya dan siapa yang mengiringi jenazah seorang mubtadi’ akan senantiasa berada dalam kemarahan Allah sampai ia kembali." (Syarhus Sunnah 139)

Rabu, 17 Agustus 2011

MEMBANTAH AHLUL BID'AH, SEBAB PERPECAHAN?

Banyak orang mengatakan bahwa pihak-pihak yang membantah ahlul bid’ah mereka itu adalah penyebab perpecahan.

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan:

Benar, mereka itu adalah penyebab perpecahan (yakni yang membedakan dan memisahkan, pent) antara yang haq dengan yang batil, ini yang benar.

BERSIKAP KERAS TERHADAP AHLUL BID'AH ADALAH TANDA KASIH SAYANG

Ahlus Sunnah wal Jama’ah terus senantiasa memperingatkan umat dari bahaya bid’ah dan ahlul bid’ah. Tanggapan dan tuduhan jelek terus dilancarkan oleh ahlul bid’ah, karena dada mereka terasa sesak tatkala segala kejahatan dan kesesatan mereka dibongkar oleh Ahlus Sunnah. Mereka merasa “keberatan” atas “sikap keras” Ahlus Sunnah atas segala penyimpangan yang mereka lakukan.